Sunday, June 3, 2012

Kecil-kecil Jadi Pengusaha Pesawat



Anthony Indramawan, pemilik perusahaan yang memproduksi miniatur pesawat Anthony Airlines Models rupanya baru berusia 17 tahun. Ia pertama kali berhasil membuat miniatur pesawat itu di usia 12.

Anthony adalah bocah asal Yogyakarta kelahiran 26 Oktober 1994. Ia baru saja menginjak usia 17 tahun. Seperti bocah lain seusianya, Anthony kini sedang menempuh pendidikan di sekolah menengah. Namun siapa sangka jika siswa tingkat akhir MAC PHERSON Secondary School Singapura ini ternyata pemilik sekaligus peritis perusahaan yang memproduksi miniatur pesawat berlabel Anthony Airlines Models (AAM) Craft.

Semua bermula dari kesukaannya pada pesawat. Setiap berpergian ke luar negeri, Anthony selalu membeli miniatur pesawat di bandara. Lama-kelamaan koleksinya menjadi banyak. Tak hanya itu, ia juga rajin mempelajari cara membuat pesawat.

“Sampai akhirnya saya memperoleh buku cara membuat pesawat di Singapura, kemudian saya belajar membuatnya sendiri,” ujar Anthony saat ditemui Inspirasi Usaha di Atrium Ambarukmo Plaza Yogyakarta.

Kedua orang tua Anthony mendukung hobi anaknya. Mereka menyediakan seorang tukang yang membantu Anthony mengerjakan miniatur pesawat. Di lantai dua rumahnya, Anthony bersama sang tukang bereksperimen membuat miniatur pesawat mulai dari membuat kerangka hingga mengecat.

Anthony membuat miniatur pesawat itu dari bahan fiber. Bahan-bahan tersebut diperoleh dari pasar lokal. Sedangkan untuk cetakan karet, ia harus memesannya ke Thailand. Setelah jadi, miniatur pesawat itu ia simpan di sebuah lemari khusus yang dijadikan galerinya.

Rupanya isi galeri tersebut menarik perhatian kolega orang tuanya yang berkunjung ke rumah. Mereka tak menyangka, bocah 12 tahun sudah pandai membuat miniatur pesawat. Beberapa dari mereka bahkan meminta dan Anthony memberikannya secara gratis. “Setelah banyak yang meminta akhirnya kita berpikir, kenapa tidak sekalian dijual saja dan membuatnya lebih banyak lagi,” ujar Anthony.
Awalnya penjualan hanya melalui teman saja. Mereka membeli miniatur pesawat buatan Anthony untuk koleksi pribadi atau untuk souvenir pernikahan. Lama-kelamaan pesanan bertambah banyak dan akhirnya Anthony didampingi orang tuanya mendirikan perusahaan pembuat miniatur pesawat AAM Craft pada 12 Februari 2006.

“Pinginnya sih membuat maskapai penerbangan, tapi modalnya terlalu besar. Lagipula usiaku juga terlampau muda untuk membuat perusahaan sebesar itu. Ya sudah, perusahaan miniatur pesawat juga tidak apa-apa,” ujar bocah bermata sipit ini.

Anthony membuka stan di Ramai Mall Yogyakarta. Hanya selang beberapa bulan saja, hasil karya Anthony dikenal masyarakat luas. Melihat pesanan semakin banyak, pabrik miniatur pesawat pun dipindahkan ke Purworejo dengan alasan agar biaya produksinya semakin murah. Antony pun menambah jumlah karyawannya menjadi 20 orang.

“Jumlah itu hanya untuk karyawan produksi, sedangkan untuk manajemen dikelola mama dan tim,” ujar Anthony yang turun langsung mengelola perusahaannya jika liburan sekolah tiba.

Paling tidak 1000 buah miniatur pesawat dibuat AAM Craft tiap bulannya. Miniatur pesawat tersebut terdiri dari aneka jenis, mulai dari pesawat milik maskapai penerbangan indonesia seperti Garuda Indonesia B737-800NG, Garuda Indonesia B747-400, Garuda Indonesia A330-300, Lion Air B737-900ER, Lion Air MD-82, AirAsia A320, AirAsia A330-200, Adam Air, Mandala Air, Sriwijaya Air, Batavia Air, juga berbagai pesawat milik mskapai penerbangan luar negeri seperti Malaysia Airlines, Singapure Airlines, Qantas Airways, Emirates A380, Virgin Atlantic, Cathay Pacific, Thai Airways, sampai Hercules C-130, Antonov dan F-117 Nighthawk.

Miniatur pesawat yang dibuat AAM Craft terdiri dari tingkatan KW 1 dan 2. Miniatur pesawat KW 1 dibuat menggunakan mesin sedangkan KW 2 dibuat manual. Untuk catnya, miniatur pesawat KW 2 menggunakan cat yang dibeli dari pasar lokal sedangkan KW 1 menggunakan cat impor. Harga yang dipatok mulai dari Rp20 Ribu hingga Rp50 Juta per buah. Laba yang diperoleh dari hasil penjualan sekitar 30-40%.

Miniatur pesawat karya AAM Craft juga tersebar di berbagai wilayah di Indonesia melalui agen penyalur. Mulai dari Medan sampai Papua tersedia agen yang menjual karya AAM Craft. Selain menjadi penyalur, agen-agen tersebut juga memperoleh dukungan berupa konsultasi strategi marketing dan harga yang jauh lebih murah.

“Dewasa kini, perdagangan miniatur pesawat bisa dikatakan sangat menggairahkan. Besarnya peminat dan pengkoleksi miniatur pesawat membuat banyak pelanggan kami yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri berminat untuk menjual kembali miniatur pesawat produksi kami,” jelas Anthony.

Berbagai maskapai penerbangan pun menjadi pelanggan miniatur pesawat karya AAM Craft. Salah satunya adalah maskapai penerbangan terbesar di Indonesia. “Saya bangga sekali turut menyuplai kebutuhan miniatur pesawat mereka. Apalagi proses untuk menjadi pemasoknya tidak mudah,” ujar Anthony sambil tersenyum.                 

2 comments:

  1. Alamat di Purworejo tepatnya dimana?

    ReplyDelete
  2. cara pemesanannya bagaimana? kalau alamat saya di luar jawa. trima kasih

    ReplyDelete