Thursday, August 23, 2012

Menyoal Aplikasi Komputer untuk Tuna Netra


Patutlah tuna netra berbangga, sebab keterbatasan penglihatan kini bukan lagi halangan untuk menikmati kecanggihan teknologi komputer.
Semuanya berawal dari pertanyaan ibu. Suatu hari pada tahun 2008, Debi Praharadika ditanyai sang Ibu, “Ada nggak ya komputer untuk kaum tuna netra?” Dalam kesehariannya Ibu Debi memang selalu berinteraksi dengan tuna netra. Ia adalah pengajar di SLB tuna grahita. Mendengar pertanyaan itu, muncullah niat Debi untuk menjawab pertanyaan sekaligus harapan sang Ibu. Lantas mahasiswa DIII Teknik Telekomunikasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS ini mengajak kawan karibnya Eko Wahyu Susilo untuk mengerjakan proyek sosial ini.
Akhirnya dari tangan mereka berdua, terciptalah sebuah karya besar, yaitu Sistem Operasi Linux untuk Tuna Netra. Karya ini menggunakan database suara yang terdiri dari Natural Language Processing (NLP) dan Digital Signal Processing (DSP). Cara kerjanya mengkomunikasikan hasil ketikan keyboard Braille ke dalam format suara. Dengan karya itu, kaum tuna netra di Indonesia dapat menggunakan komputer. Tak tanggung-tanggung aplikasi ini dibuat bersifat open source. Dengan begitu, tuna netra dapat mengunduh aplikasi ini secara gratis.
Sistem komputer berbahasa Indonesia untuk tuna netra memang baru pertama kali lahir di tangan Debi dan Eko. Namun sistem komputer untuk tuna netra sendiri sudah pernah ada, hanya saja aplikasinya dalam bahasa inggris.
Awal pertama kali teknologi ini muncul malah mengharuskan penggunanya membeli aplikasi senilai US$1000. Namun kemudian mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Brown Jeffrey Bigham mengembangkan aplikasi sejenis dan dibagikan secara gratis. Aplikasi berlabel WebAnywhere itu bias diunduh di http://webanywhere.cs.washington.edu.

Screen Reader: Sang Mesias bagi Tuna Netra
Inilah teknologi yang menjadi mesias bagi para tuna netra. Screen Reader atau Job Access With Speech (JAWS) adalah software yang membantu penderita tuna netra agar bisa menggunakan komputer. Dengan alat ini, para tuna netra akan lebih mudah menggunakan komputer tanpa perlu tergantung pada orang lain. Teknologi ini juga yang membuat berbagai aplikasi sistem komputer, termasuk sistem operasi Linux buatan Debi dan Eko, support untuk tuna netra.
Aplikasi ini ditemukan pertama kali pada 1989 oleh Ted Henter. Ted Henter menciptakan alat ini untuk membantu dirinya yang kehilangan penglihatan saat kecelakaan pada tahun 1978. Screen Reader  kemudian diproduksi secara massal oleh Freedom Scientific di St. Petersburg USA. Freedom Scientific tak lain adalah perusahaan milik Ted Henter dan kawan-kawan seperjuangannya.
Screen Reader dilengkapi layar yang bisa melafalkan teks yang ditampilkan. Cara kerjanya adalah dengan membaca tulisan yang ada pada layar. Misalkan kursor digerakkan ke icon My Komputer, maka akan terdengan bunyi “My Komputer”. Jika kursor bergerak ke arah Recycle Bin, suara yang terdengan adalah “Recycle Bin”.

Dari Blog Sampai Game
Setelah ditemukannya Screen Reader, ada banyak aplikasi komputer yang bisa dinikmati tuna netra. Coba saja tengok Blog Ramaditya. Dilihat sekilas, blog ini tak jauh berbeda dengan personal blog pada umumnya. Isinya berupa artikel dan catatan harian pemiliknya. Tapi siapa sangka jika pemiliknya seorang tuna netra. Nama pemiliknya Raditya. Raditya sendiri yang menggarap blog ini, mulai dari layout, scripting, sampai posting artikel. Meski pemiliknya tuna netra, blog ini tetap dilengkapi dengan gambar yang berkaitan dengan isi tulisan.
Selain blog Ramaditya, tersedia juga Kartunet (karya tuna netra). Situs yang beralamat di www.kartunet.com ini merupakan wadah berkreasi bagi tuna netra yang gemar membuat puisi, cerita pendek atau esai. Seperti halnya blog Ramaditya, Kartunet juga dikelola oleh para tuna netra. Mereka adalah klien Yayasan Mitra Netra, sebuah lembaga nirlaba yang bergerak dalam pendidikan dan pengembangan potensi tuna netra di indonesia.
Selain sistem operasi Linux, tersedia juga Screen Reader JAWS for Windows. Aplikasi yang bisa diakses lewat Screen Reader JAWS for Windows sama seperti aplikasi windows pada umumnya. Sebut saja Notepad dan Windows Media Player. Untuk aplikasi kantor, tuna netra dapat memilih Microsoft Office. Untuk membaca dokumen PDF, telah tersedia Adobe Reader. Bagi tuna netra yang tertarik bahasa pemrograman, ada berbagai software yang bisa digunakan seperti MySQL, Visual Basic, atau Oracle.
Bagi tuna netra yang gemar bermain game, coba klik www.audiogames.com. Game ini bergenre audio-games, yaitu game yang dimainkan menggunakan pendengaran. Pada www.audiogames.com, berbagai audio-games bisa diunduh dan dimainkan. Contohnya game kartu, monopoli dan game perang. Berbagai game menarik juga tersedia di www.darkgrimoire.com. Game online terkenal seperti Ragnarok Online, Pangya dan Warcraft tersedia di situs ini.
Situs yang cukup aksesibel di dunia untuk tuna netra adalah situs Blind Software. Beralamat di www.blindsoftware.com, situs yang dibuat oleh tuna netra bernama Justin Daubenmire ini menyediakan berbagai aplikasi freeware yang bersifat komersial. Berbagai aplikasi bisa diunduh di situs ini. Contohnya game, alarm digital, kalender, sampai video.
Berbagai aplikasi komputer memang telah banyak tersedia. Namun yang patut disayangkan adalah, mereka tak benar-benar bias menggunakannya tanpa bantuan orang lain. Sebab paling tidak, butuh orang dengan penglihatan yang baik untuk menginstal berbagai aplikasi ini.

Dimuat di majalah Jogja Education edisi XV tahun 2010

No comments:

Post a Comment